Referensi yang kuat membuat skripsi lebih mudah dipertahankan saat sidang. Kabar baiknya, sebagian besar jurnal bisa kamu dapatkan gratis, dan daftar pustaka tidak perlu lagi diketik manual. Berikut caranya, dari mencari sampai menyusun sitasi otomatis.
Bagian 1: Di mana mencari jurnal
Google Scholar
Tempat paling umum untuk memulai. Beberapa trik yang sering terlewat:
- Pakai tanda kutip untuk frasa persis:
"problem based learning" "berpikir kritis". - Atur rentang tahun di menu kiri, misalnya sejak 2021, agar referensimu terbaru.
- Klik "Dikutip oleh" untuk menemukan penelitian yang lebih baru di topik yang sama.
- Cari link [PDF] di sisi kanan hasil pencarian untuk versi gratis.
Garuda
Garba Rujukan Digital yang dikelola Kemdiktisaintek. Isinya jutaan artikel dari puluhan ribu jurnal Indonesia, cocok untuk mencari penelitian dengan konteks lokal. Akses di garuda.kemdiktisaintek.go.id.
SINTA
Science and Technology Index milik Kemdiktisaintek. Gunakan untuk mengecek peringkat jurnal (Sinta 1 sampai Sinta 6). Banyak dosen meminta referensi dari jurnal terakreditasi, dan SINTA adalah cara memastikannya.
DOAJ dan Semantic Scholar
DOAJ (Directory of Open Access Journals) berisi jurnal internasional akses terbuka yang sudah melalui seleksi kualitas. Semantic Scholar membantu menemukan paper internasional dengan ringkasan otomatis.
Repositori kampus dan perpustakaan
Repositori kampus berguna untuk melihat contoh skripsi dan format yang disukai fakultasmu. Cek juga apakah kampusmu berlangganan basis data seperti ScienceDirect, Springer, atau ProQuest. Akses ini sering tersedia gratis untuk mahasiswa lewat perpustakaan.
Cek apakah jurnalnya terindeks SINTA atau basis data internasional bereputasi, punya ISSN, mencantumkan proses peninjauan sejawat, dan diterbitkan secara rutin. Hindari blog, Wikipedia, dan sumber tanpa nama penulis sebagai rujukan utama.
Bagian 2: Daftar pustaka otomatis
Mengetik daftar pustaka manual rawan salah: tahun tertukar, gaya tidak konsisten, atau sumber di teks tidak muncul di daftar. Reference manager menyelesaikan semua itu.
Pilih Zotero atau Mendeley?
| Zotero | Mendeley Reference Manager | |
|---|---|---|
| Biaya | Gratis, sumber terbuka | Gratis |
| Plugin Word | Ada | Ada (Mendeley Cite) |
| Simpan dari browser | Zotero Connector | Mendeley Web Importer |
| Catatan | Fleksibel, bisa dipakai offline, banyak gaya sitasi | Pengganti Mendeley Desktop lama yang sudah tidak dikembangkan |
Kalau baru mulai, kami sarankan Zotero. Kalau kampusmu mewajibkan Mendeley, pastikan memakai versi Reference Manager yang terbaru.
Langkah memakai Zotero
- Pasang Zotero dari zotero.org, lalu pasang Zotero Connector di browser.
- Simpan referensi: saat membuka halaman jurnal, klik ikon Connector, maka data penulis, judul, dan tahun tersimpan otomatis, sering kali beserta PDF-nya.
- Periksa datanya. Kadang nama penulis atau tahun terbaca keliru. Rapikan sekali di Zotero, maka semua sitasi ikut benar.
- Sisipkan sitasi di Word: buka tab Zotero di Word, klik Add/Edit Citation, pilih gaya (misalnya APA 7th), lalu cari referensinya.
- Buat daftar pustaka: letakkan kursor di halaman Daftar Pustaka, klik Add/Edit Bibliography. Daftar akan diperbarui otomatis setiap kali kamu menambah sitasi.
Kesalahan umum soal referensi
- Mengutip dari kutipan orang lain tanpa membaca sumber aslinya.
- Sumber muncul di teks tapi tidak ada di daftar pustaka, atau sebaliknya.
- Mencampur gaya sitasi dalam satu naskah.
- Memakai daftar pustaka buatan chatbot AI yang ternyata fiktif.
- Menyunting sitasi Zotero/Mendeley secara manual di Word, sehingga tautannya rusak.